Senin, 08 April 2013

Mengapa Air Laut Terasa Asin?

Saya yakin dengan sepenuhnya bahwa anda pasti tahu jika air laut terasa asin sementara air di sungai atau danau biasanya akan terasa tawar. Lalu mengapa beberapa perairan di bumi ini terasa asin sementara yang lainnya tidak? Dan dari mana saja datangnya material yang membuat air laut menjadi terasa asin ini? BerikutBerbagaiHal sajikan jawabannya.


Ada dua petunjuk yang dapat memberikan kita jawaban akan hal ini. Pertama, air "tawar" tidak sepenuhnya bebas dari garam terlarut. Bahkan air hujan memiliki jejak zat terlarut di dalamnya, yang ikut tercampur sewaktu air hujan melewati atmosfer. Ketika air hujan melewati tanah dan merembes melalui bebatuan, ia akan melarutkan beberapa mineral, proses ini disebut dengan pelapukan. Air tanah ini juga merupakan air yang kita minum, dan tentu saja, kita tidak bisa merasakan rasa asin mineral garam karena konsentrasinya yang terlalu rendah.

Selanjutnya, air yang mengandung sejumlah kecil mineral atau garam terlarut ini akan mencapai sungai dan terus mengalir menuju ke danau atau lautan. Namun, penambahan tahunan dari garam terlarut oleh sungai hanya merupakan jumlah yang kecil jika dibandingkan dengan jumlah garam di laut. Diperkirakan, garam-garam terlarut yang dibawa oleh semua sungai di dunia akan memiliki jumlah yang sama dengan garam di laut setelah sekitar 200 hingga 300 juta tahun.

Petunjuk kedua tentang bagaimana laut terasa asin adalah adanya danau garam seperti Great Salt Lake dan Laut Mati. Keduanya sekitar 10 kali lebih asin daripada air laut. Lalu mengapa kedua danau ini asin sementara sebagian besar danau di dunia tidak? Danau adalah tempat penyimpanan sementara untuk air. Sungai akan membawa air ke danau, dan sungai lainnya akan membawa air dari danau. Dengan demikian, danau dapat dikatakan hanya merupakan bagian yang luas dalam saluran sungai yang berisi air. Dimana air mengalir di satu ujung dan keluar di ujung yang lain dari danau.

Great Salt Lake, Laut Mati dan danau garam lainnya tidak memiliki saluran keluar. Semua air yang mengalir ke danau ini lolos hanya melalui penguapan. Sementara air menguap, garam-garam terlarut akan tertinggal. Setelah bertahun-tahun air masuk sungai dan menguap, kandungan garam dari air danau akan mencapai tingkat yang sangat tinggi. Proses yang sama juga lah yang membuat air laut menjadi asin. Sungai membawa garam terlarut ke laut. Air menguap dari lautan untuk jatuh lagi sebagai hujan dan kembali menuju sungai, tetapi garam tetap tertinggal di laut. Dan karena volume lautan yang sangat besar, maka dibutuhkan waktu selama ratusan juta tahun dari aliran sungai untuk mengisi garam sampai mencapai ke tingkat yang sekarang ini.

Namun, kini para ilmuwan telah mengetahui bahwa sungai bukan lah satu-satunya sumber garam terlarut. Terdapat fitur di puncak pegunungan laut yang dikenal sebagai lubang hidrotermal, yang merupakan tempat di dasar laut dimana air laut akan meresap ke dalam batuan kerak samudera, selanjutnya mengalami proses pemanasan, dan melarutkan beberapa mineral dari kerak samudera ke dalam laut. Karena air panas akan lebih mudah dalam melarutkan mineral. Maka lebih banyak mineral yang terlarut untuk memberikan kontribusi pada salinitas air laut.

Proses akhir yang menyediakan garam ke lautan adalah aktivitas vulkanik bawah laut, yaitu letusan gunung berapi bawah laut. Hal ini mirip dengan proses sebelumnya dimana air laut yang bereaksi dengan batuan panas dan melarutkan beberapa unsur mineral. Jadi pada intinya, dimana pun air bersentuhan dengan batuan dari kerak bumi, baik di darat atau di laut atau di dalam kerak samudera, beberapa mineral dalam batuan akan larut dan terbawa air ke laut.

Lalu akankah lautan menjadi lebih asin lagi nantinya? Beberapa temuan menunjukkan bahwa sepertinya lautan tidak akan menjadi lebih asin lagi. Faktanya, air laut telah memiliki kandungan garam yang sama untuk ratusan juta bahkan miliaran tahun ini. Konsentrasi garam pada air laut telah mencapai kondisi yang disebut "steady state". Jadi, garam terlarut tambahan yang masuk ke laut akan disingkirkan dari air laut dengan cara mengendapkan mineral baru di dasar laut secepat sungai dan proses hidrotermal menyediakan garam baru.
http://www.berbagaihal.com/2012/03/mengapa-air-laut-terasa-asin.html
»»  Bersambung.....

Cara Kerja Gravitasi

Kita tahu bahwa gravitasi menyebabkan dua benda yang terdapat di alam semesta akan ditarik ke salah satu benda tersebut. Kita juga tahu bahwa gravitasi membantu dalam membentuk alam semesta, membuat bulan tetap berada di orbitnya mengitari Bumi. Namun kita belum tahu pasti apa yang menyebabkan adanya gravitasi ini. Isaac Newton mendefinisikan gravitasi sebagai suatu gaya, yang menarik sebuah benda ke sebuah benda lainnya. Sedangkan Albert Einstein mengatakan gravitasi adalah hasil dari kelengkungan ruang dan waktu. Kedua teori ini adalah penjelasan yang paling umum dan paling banyak digunakan untuk menjelaskan gravitasi. Oleh karena itu pada artikel ini, BerbagaiHal akan berbagi tentang teori gravitasi Newton dan teori gravitasi Einstein.

Teori Gravitasi Newton


Pada tahun 1600-an, seorang fisikawan Inggris bernama Isaac Newton sedang duduk di bawah pohon apel, kemudian sebuah apel jatuh di kepalanya, dan ia pun mulai bertanya-tanya mengapa apel tersebut tertarik jatuh ke tanah. Newton kemudian mempublikasikan Teori Gravitasi Universal pada 1680-an. Pada dasarnya gagasan yang ditetapkankannya adalah bahwa gravitasi adalah sebuah gaya yang dapat diprediksi yang bekerja pada semua materi yang terdapat di alam semesta, dan merupakan fungsi dari massa dan jarak.

Teori ini menyatakan bahwa setiap partikel dari sebuah materi akan menarik setiap partikel lainnya (misalnya, partikel dari "Bumi" akan menarik partikel dari "Anda") dengan gaya yang berbanding lurus dengan jumlah massa mereka dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara mereka. Jadi, semakin jauh partikel-partikel tersebut terpisah, dan/atau semakin kecil massa dari partikel-partikel tersebut, maka gaya gravitasi akan semakin kecil, begitu pula sebaliknya. Rumus standar untuk hukum gravitasi adalah:

Gaya gravitasi = (G x m1 x m2) / (d²)

Dimana G adalah konstanta gravitasi, m1 dan m2 adalah massa dari dua benda, dand adalah jarak antara pusat gravitasi dari dua massa. G memiliki nilai 6,67 x 10E-8 dyne x cm²/gram². Jadi, jika anda menempatkan dua benda dengan massa 1 gram dengan jarak 1 centimeter, mereka akan menarik satu sama lain dengan kekuatan 6,67 x 10E-8 dyne. Dyne sendiri setara dengan sekitar berat 0,001 gram, yang berarti bahwa jika anda misalnya memiliki gaya sebesar 1 dyne, anda dapat mengangkat benda seberat 0,001 gram dalam medan gravitasi bumi. Jadi 6,67 x 10E-8 dyne adalah gaya yang sangat kecil.

Ketika anda berurusan dengan benda besar seperti Bumi, yang memiliki massa sebesar 6E+24 kilogram, maka gaya gravitasi yang dihasilkan sangat kuat. Itulah alasan mengapa anda tidak melayang-layang di ruang angkasa sekarang. Gaya gravitasi yang bekerja pada sebuah benda juga sama dengan berat objek tersebut. Bila anda menimbang berat badan anda di timbangan, maka timbangan tersebut akan membaca berapa banyak gravitasi yang bekerja pada tubuh anda. Rumus untuk menentukan berat suatu objek adalah:

Berat = m x g

Dimana m adalah massa benda, dan g adalah percepatan gravitasi. Percepatan gravitasi di bumi, adalah 9,8 m/s² dan tidak pernah berubah. Itu sebabnya jika anda menjatuhkan kerikil, buku atau sebuah sofa dari atap rumah anda, mereka akan menyentuh tanah pada waktu yang bersamaan. Selama ratusan tahun, teori gravitasi Newton berdiri sendirian di komunitas ilmiah yang akhirnya berubah pada awal tahun 1900-an.

Teori Gravitasi Einstein

Albert Einstein , yang memenangkan Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1921, memberikan kontribusi teori gravitasi alternatif pada awal 1900-an. Teorinya ini adalah bagian dari Teori Relativitas Umumnya yang sangat terkenal itu, dan menawarkan penjelasan yang sangat berbeda dari Hukum Gravitasi Universal Newton. Einstein sama sekali tidak percaya bahwa gravitasi adalah sebuah gaya, ia mengatakan bahwa gravitasi adalah distorsi dalam bentuk ruang dan waktu, atau dikenal sebagai "dimensi keempat".

Hukum fisika dasar menyatakan bahwa jika tidak ada gaya eksternal yang bekerja, sebuah objek akan selalu berjalan di garis lurus. Dengan demikian, tanpa gaya eksternal, dua benda yang berjalan secara paralel akan selalu tetap paralel dan tidak akan pernah bertemu. Tetapi faktanya adalah mereka akhirnya bertemu juga. Partikel-partikel yang memulai berjalan pada jalur yang paralel kadang-kadang akan berakhir dengan bertabrakan.


Teori Newton mengatakan hal ini dapat terjadi karena gravitasi, gaya gravitasi akan menarik benda-benda satu sama lain atau ke sebuah objek tunggal ketiga. Einstein juga mengatakan hal ini terjadi karena gravitasi, tapi dalam teorinya, gravitasi bukanlah sebuah gaya melainkan sebuah kurva dalam ruang-waktu. Menurut Einstein, benda-benda tersebut masih bergerak di sepanjang garis lurus, namun karena distorsi pada ruang dan waktu, garis lurus tersebut sekarang berubah menjadi garis yang melengkung. Jadi dua benda yang awalnya bergerak sepanjang bidang datar sekarang bergerak bersama dalam bidang yang melengkung. Dan dua jalur lurus tersebut akan berakhir di satu titik.

Temuan Terbaru

Beberapa teori terbaru baru-baru ini mengungkapkan fenomena gravitasi dalam hal partikel dan gelombang. Salah satu teori menyatakan bahwa partikel-partikel yang disebut graviton akan menyebabkan objek akan saling tarik menarik satu sama lain. Graviton tidak memiliki gelombang gravitasi, atau kadang-kadang disebut radiasi gravitasi, yang seharusnya dihasilkan ketika suatu objek dipercepat oleh gaya eksternal.

Ada atau tidaknya partikel graviton ini, yang pasti kita tahu bahwa kita akan tertarik ke bawah oleh gravitasi. Mungkin suatu saat akhirnya kita akan tahu bagaimana pastinya gravitasi ini dapat bekerja. Kabar baiknya, kita bisa merasa sedikit lega karena mengetahui bahwa planet Bumi tidak akan "terhisap" oleh matahari dekat-dekat ini. Karena gravitasi membuat Bumi tetap aman berada pada orbitnya.
http://www.berbagaihal.com/2011/10/cara-kerja-gravitasi.html
»»  Bersambung.....

Cara Kerja Jantung Manusia

Jantung secara sederhana adalah sebuah pompa yang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian mekanik dan bagian satunya lagi adalah bagian listrik. Kedua bagian ini saling berkaitan, karena fungsi mekanik jantung sendiri diatur oleh sistem listrik di dalam jantung. Sistem listrik ini sebenarnya dapat dipengaruhi oleh neurotransmitter dari otak (atau alat pacu jantung buatan). Tapi karena kita hanya berbicara tentang jantung hari ini, kita hanya akan fokus pada kemampuan sistem pada jantung.


Anatomi Jantung

Jantung adalah sebuah pompa yang memiliki empat bilik. Dua bilik yang terletak di atas disebut Atrium, dan dua yang di bawah disebut ventrikel. Jantung juga dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kanan yang bertugas memompa darah ke paru-paru, dan bagian kiri yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh manusia. Atrium dan ventrikel masing-masing akan dipisahkan oleh sebuah katup, sedangkan sisi kanan dan kiri jantung akan dipisahkan oleh sebuah sekat yang dinamakan dengan septum. Katup jantung berfungsi terutama agar darah yang telah terpompa tidak kembali masuk ke dalam lagi.

Perjalanan Darah di dalam Jantung

Jalan darah melalui jantung dimulai di vena kava superior. Kemudian darah akan memasuki atrium kanan, mengalir melalui katup trikuspid menuju ke ventrikel kanan. Dari sana darah melanjutkan perjalanan melalui katup pulmonal ke dalam arteri pulmonalis, dan kemudian memasuki paru-paru. Setelah darah melakukan pertukaran udara di paru-paru, darah kembali menuju jantung melalui vena pulmonalis dan masuk ke dalam atrium kiri. Darah kemudian mengalir melalui katup mitral masuk ke ventrikel kiri yang merupakan bilik jantung yang paling kuat. Dari sana, darah akan dipompa melalui katup aorta dan ke aorta lalu keluar menuju ke seluruh tubuh.

Sistem Kelistrikan pada Jantung

Jantung adalah sebuah otot, dan seperti semua otot lainnya, ketika mendapatkan aliran impuls listrik, otot jantung akan berkontraksi (memendek). Ketika otot jantung berkontraksi, akan menyebabkan darah yang ada di dalamnya terpompa melalui jalur yang terdapat di dalam jantung.

Dua elektrolit tubuh utama yang terlibat dalam proses terjadinya impuls listrik di dalam jantung adalah natrium dan kalium. Selain dua elektrolit utama tersebut, terdapat elektrolit lainnya yang juga membantu dalam menciptakan perbedaan potensial listrik ini yaitu kalsium dan magnesium namun peran utama tetap menjadi milik natrium dan kalium.

Kalium biasanya banyak terdapat di dalam sel, dan natrium banyak terdapat di luar sel. Melalui beberapa mekanisme tertentu, kalium perlahan akan keluar ke luar sel dan natrium kemudian masuk ke dalam sel. Hal ini menciptakan potensial listrik yang berbeda yang terus meningkat sampai pada titik pelepasan impuls listrik.

Pertukaran elektrolit terjadi di seluruh sel-sel khusus di dalam jantung, membuat potensial listrik yang berbeda di kedua sisi sel tersebut. Saat potensial listrik ini mencapai ambang batas tertentu, potensial ini akan dilepaskan dan akan dikirimkan melalui sel-sel unik lainnya yang terdapat di dalam jantung, dan menyebabkan kontraksi otot-otot jantung.

Kumpulan beberapa sel tertentu yang mengatur denyut jantung disebut nodus sinoatrial atau nodus SA. Nodus SA merupakan alat pacu jantung alami yang terletak di bagian atas atrium kanan dekat pintu masuk vena kava superior.

Ketika nodus SA mengirimkan sinyal listrik, sinyal listrik ini akan dengan segera mempengaruhi atrium dan menyebabkan atrium berkontraksi. Sinyal listrik tersebut kemudian akan menuju ke seperangkat sel yang disebut nodus Atrioventricular, atau nodus AV. Dari nodus AV impuls listrik kemudian akan menjalar ke berkas His yang akan bercabang ke bagian kanan dan kiri jantung. Setelah itu impuls listrik akan menjalar ke seluruh ventrikel melalui serabut Purkinje. Semuanya ini bersama-sama akan menyebabkan atrium berkontraksi, dan kemudian ventrikel berkontraksi setelahnya.

Kontraksi atrium yang dimulai lebih dulu dibanding ventrikel ini sangat penting bagi hidup kita. Hal ini akan menyebabkan darah yang dipompa atrium terus mengalir ke depan melalui jalurnya ke ventrikel dan bersama-sama dengan mekanisme penutupan katup jantung, mencegah darah dari ventrikel kembali ke atrium.
»»  Bersambung.....

KOMITE

»»  Bersambung.....

EKSTRAKULIKULER

»»  Bersambung.....

STRUKTUR ORGANISASI

»»  Bersambung.....

FOTO KEGIATAN SISWA

»»  Bersambung.....

FOTO LOKASI SEKOLAH

»»  Bersambung.....

KEGIATAN AKADEMIK

»»  Bersambung.....

KEGIATAN AKADEMIK

»»  Bersambung.....

VISI DAN MISI

VISI DAN MISI SDN KRADINAN 3 

VISI: 

TERWUJUDNYA GENERASI YANG BERIMAN DAN BERTAKWA, MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI, MAJU DALAM PRESTASI, SANTUN, MANDIRI DAN CINTA TANAH AIR INDONESIA


MISI: 
  1. MENUMBUHKAN PENGHAYATAN DAN PENGALAMAN AGAMA YANG DIANUT 

  2. MENINGKATKAN PEMBELAJARAN DAN BIMBINGAN SECARA OPTIMAL 

  3. MENUMBUHKAN SEMANGAT BERPRESTASI KEPADA SELURUH WARGA SEKOLAH 

  4. MEMBANTU MENDORONG SISWA UNTUK MENGENALI DIRINYA, SEHINGGA DAPAT BERKEMBANG SECARA OPTIMAL DAN MEMILIKI SIFAT KEWIRAUSAHAAN 

  5. MENERAPKAN MANAGEMENT PARTISIPATIF DENGAN MELIBATKAN SELURUH WARGA SEKOLAH 

  6. MENUMBUHKAN RASA CINTA TANAH AIR INDONESIA

»»  Bersambung.....